Rabu, 14 Februari 2018

Pembesaran Batang Bonsai

Kali ini kita membahas materi dasar tentang membesarkan batang bonsai

Bagaimana cara membesarkan batang?
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membesarkan batang.

1. Penanaman di tanah / grounding
Cara ini dilakukan untuk mempersingkat waktu pembesaran batang. Jika dalam pot, bahan bonsai akan membutuhkan waktu yang lama untuk tumbuh, lain halnya jika ditanam di tanah. Akar akan menjalar bebas dan mendapatkan asupan unsur hara yang baik sehingga mempercepat pertumbuhan. Cara ini dapat dilakukan langsung dengan menanam begitu saja di tanah, atau menanam beserta pot. Bisa juga dilakukan dengan menempatkan pot di atas tanah namun akar dijulurkan atau dikeluarkan dari pot sehingga menjuntai ke tanah (bisa lihat contoh gambar)

2. Penyatuan Batang
Cara kedua ini juga dilakukan untuk memperoleh batang bahan bonsai yang besar dengan singkat. Namun, tidak semua jenis pohon bisa disatukan batangnya, hanya beberapa jenis saja yang dapat menyatu dengan sempurna misalnya jenis ficus (Benjamina/beringin, kimeng, amplas, loa, Bunut dll), waru, dan anting Putri.  Setiap jenis tanaman  membutuhkan waktu yang berbeda Untuk penyatuan batang hingga merekat dengan sempurna dan tak berbekas.
Lantas bagaimana caranya?
Pilih beberapa pohon yang akan disatukan, kemudian ikat dengan rapia/ tali plastik. Boleh juga dengan kawat, namun dianjurkan dengan rapia karena kawat akan meninggalkan bekas yang cukup dalam. Setalah diikat biarkan pohon tumbuh subur agar mempercepat proses penyatuan batang. Biarkan sampai rapia lapuk atau dilepas jika terlalu mencekik.

3. Penyataan
Untuk beberapa jenis tanaman yang berkambium tebal dan bergetah bisa diaplikasikan cara ini. Penyataan dilakukan di bagian batang bawah sampai ke Pangkal akar. Seiring waktu, luka hasil sayatan akan tertutup dan batang akan membengkak sedikit demi sedikit.

4. Mencekik batang dengan kawat
Cara ini dilakukan seperti layaknya mengawati pada umumnya, tetapi pengawatan dibuat sengaja agar mencekik batang. Pencekikan ini bertujuan untuk menghambat aliran nutrisi dari akar ke cabang dan daun sehingga terjadi pembengkakan di bagaian batang yang dicekik. Biasanya cara ini dipadukan dengan penyayatan dan penyatuan batang. Namun cara ini meninggalkan bekas yang sulit dihilangkan.

Apakah anda punya cara lain untuk pembesaran batang. Silakan share di koom komentar. Semoga bermanfaat.
Berikut saya sertakan link gambar yang saya ambil dari google.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiq3axpX41Ca6j4F8XvlyajtyEHi1TZaOLBI9qJdCJo_HM2aZxHH7HW6uv1I8HxKn9MY3b4IIYdu5SHzjyj7KJUdYBEV6Y8BN7mPy0bKhHBIcxXPrUCPYS4pErNwuEE0zgHlfPaF02b3Ow/s1600/b13.jpg

https://scontent.cdninstagram.com/hphotos-xaf1/t51.2885-15/e15/11374593_536590676491730_1318385459_n.jpg

Masalah komposisi dimensi

Disalin dari  tulisan master Robert Steven di KOSBI (Komunitas seniman bonsai Indonesia)

Pernahkah anda mengalami di mana ada bonsai yang indah saat dilihat tetapi kurang indah saat difoto ?
Mengapa ?
Itu adalah masalah komposisi dalam persepsi dimensi dan kodisi ini biasanya terjadi pada bonsai yang mempunyai gerakan garis yang dinamis atau pada bonsai gaya grouping.

Alasannya adalah saat kita melihat bonsai secara langsung, otak kita mempresepsikan kesan 3-dimensi secara sempurna melalui kedua mata kita yang menyampaikan orientasi tinggi, lebar dan kedalaman, di mana kemudian logika kita mampu memproses sudut pandang yang dinamis tersebut ke dalam komposisi yang utuh.

Tetapi saat kita mengambil foto dengan kamera, hasilnya adalah gambar 2-dimensi dengan hanya dua orientasi yaitu tinggi dan lebar. Ketika kita kehilangan orientasi kedalaman, otak kita akan gagal mempresepsikan kesan yang utuh sehingga dapat memberikan persepsi yang salah dari composisi yang statis tersebut.

Sebagai contoh, batang dengan garis meliuk atau zigzag bisa terlihat indah saat dilihat secara langsung karena terjadi persepsi yang sempurna; tetapi garis batang tersebut bisa saja terlihat sebagai garis lurus dari sudut tertentu dalam kesan 2-dimensi sehingga tidak terlihat indah dalam foto.
Contoh lain adalah penataan perdaunan yang sering terlihat indah saat dilihat langsung karena kesan 3-dimensi memberikan persepsi ruang yang sempurna; tetapi terlihat kurang menarik dalam foto karena kesan 2-dimensi tersebut kehilangan orientasi ruang sehingga semua perdaunan terlihat menumpuk menjadi satu.

Walau bonsai adalah objek 3-dimensi, tetapi kita mendesainnya dengan cara 2-dimensi karena kita selalu menentukan sudut pandang tertentu. Oleh sebab itu, cara yang paling mudah untuk mendesain komposisi yang baik adalah dengan kosep 2-dimensi; dan kunci sederhananya adalah dengan cara melihatnya dengan satu mata !

Saat kita melihat sebuah objek dengan satu mata, kita kehilangan orientasi kedalaman dan kesan yang kita lihat persis seperti gambar dalam foto. Ketika gambar tersebut rata dalam 2-dimensi, kita dapat melihat penataan komposisi secara detail dari sudut pandang yang tepat; dan bila bonsai tersebut terlihat indah dengan satu mata maka hampir pasti akan terlihat indah dilihat secara langsung ataupun dalam foto.

Tehnik ini sangat berguna saat mendesain bonsai gaya grouping di mana konsep ilusi dan persepsi menjadi factor utama.

Silakan mencoba !

#robertbonsai #kosbi #blackscissors

 

Rabu, 20 September 2017

Mempercepat pertumbuhan Santigi

Tips agar Santigi cepat besar
1. Tanam di media yang subur dan poros
Misalnya pasir Malang + sekam+ tai kambing
2. Taruh di tempat yang terbuka dan terkena sinar matahari sepanjang hari
3. Semprot daun dan batangnya setiap pagi dan sore (air biasa). Seminggu sekali semprot dengan air laut
4. Beli bahan Santigi yang banyak karena kalau punya 1 atau 2 akan terasa lambat. Tapi kalau punya lebih dari 20 pot tidak akan terasa lama menunggu pertumbuhannya... (tau-tau sudah rimbun)
Heeeee
Selamat mencoba

Cara mencangkok Santigi

Cara budidaya Santigi
Bagian 1

Banyak orang berpikir bahwa Santigi sulit untuk dibudidayakan. Padahal tidak demikian. Santigi sangat mudah dibudidayakan, tentu dengan perawatan yang intensif tidak asal-asalan.
Santigi bisa diperbanyak dengan cara dicangkok, stek, dan semai dari biji.

Cara mencangkok Santigi tidak berbeda dengan cara mencangkok tanaman lain. Berikut langkah-langkahnya:
1. Kupas kulit Batang/cabang yang akan dicangkok
2. Bersihkan/ biarkan selama 2 s.d. 3 hari agar kambiumnya kering
3. Bungkus pakai media tanam & plastik. Media tanam yg baik adalah cocopeat (serabut kelapa yg sudah digiling halus)
4. Lubangi plastik di bagian atas & bawah saat musim kemarau, agar mudah menyiramnya jika media kering. Cukup lubangi dengan cara ditusuk-tusuk menggunakan jarum.
5. Biasanya dalam waktu satu Minggu sudah keliatan akarnya. Bisa panen dalam 3 Minggu.
Berikut ini disertakan foto cangkokan Santigi usia 2 Minggu (saat musim hujan)

Cara stek Santigi

Budidaya Santigi
Bagian 2

Kawan sehobi, kemarin sudah disampaikan bahwa Santigi bisa dibudidayakan dengan cangkok. Kali ini kita akan membahas tentang budidaya Santigi dengan cara stek. Sebetulnya santigi tanaman yang mudah keluar akar dari batangnya asalkan kelembabannya terjaga. Jika anda pernah melihat Santigi langsung di alamnya, atau bahkan pernah berburu, pasti pernah melihat pohon santigi yang batangnya rebah ke pasir, atau pohonnya roboh/ tumbang. Dari Batang yang rebah/ tumbang itu biasanya tumbuh akar yang membantu santigi tetap hidup. Pasir di pantai selalu basah karena ombak atau air pasang, inilah yang membuat Batang Santigi mudah keluar akar.

Setelah memahami karakter santigi di alamnya. Oke lah kita kembali ke topik, yaitu bagaimana caranya budidaya Santigi dari stek (tancap Batang)
Yang sudah pernah saya (admin) coba yaitu, ambil ranting Santigi. Satu jengkal dari pucuk. Potong rapi, jangan ada yang pecah. Gunakan alat yang steril dan tidak berkarat. Setelah itu sediakan media tanam pasir halus murni tanpa campuran apapun. Kalau ada pasir pantai, kalau tidak ada pasir kali juga oke. Tancapkan pucuk-pucuk santigi di media tersebut. Semprot media sampai basah, tempatkan di tempat teduh namun tetap terkena sinar matahari pagi. Setelah itu, semprot embun setiap pagi daunnya. Disungkup lebih bagus. Tidak disungkup pun tidak apa.

Jangan biarkan media terlalu basah/ becek. Bisa membuat busuk Batang. Terakhir, Usahakan kalau stek jangan cuma satu. Sepuluh atau seratus ranting sekalian heee
Biasanya dari sepuluh hidup tujuh. Nah kalau seratus mudah-mudahan hidup 70-80.
Selamat mencoba ya.

Diutamakan kesabaran, kalau ranting masih basah jangan dibuang walau pertumbuhan seperti terhenti. Cara ini lebih lambat daripada cangkok...

Cara menanam biji Santigi

Budidaya Santigi
Bagian 3

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas cara budidaya Santigi dengan cara semai dari biji. Cara ini merupakan cara yang mudah namun butuh kesabaran dalam merawatnya.
Pertama sediakan pasir halus aduk rata dengan cocopeat perbandingan 2:1.
Kedua, biji Santigi dijemur hingga kering setelah itu taburkan secara merata di atas media tanam tadi. Semprot embun setiap pagi. Jangan kena air hujan secara langsung sebab bijinya bisa hanyut heee

Foto berikut merupakan contoh hasil semai dari biji. Santigi karang dan mawar usia 4 bulan. Lama kan.... Heee

Supaya tidak gereget karena lama pertumbuhan nya, tanam atau sebar bijinya di media tanam bonsai santigi anda. Jadi, sambil merawat santigi, tidak terasa semai biji nya sudah besar dan siap Dipindahkan.

Tapi ingat menyiramnya jangan diguyur ya, nanti bijinya hanyut. Selamat mencoba!

Mempercepat pertumbuhan jeruk kingkit / thrifasia trifolia

Tips mempercepat pertumbuhan kingkit

Sebelum membahas tips nya perlu dipahami terlebih dahulu bahwa Jeruk kingkit adalah tanaman perdu bahkan ada yang mengatakan bahwa kingkit adalah tanaman semak. Secara genetik tanaman perdu tidak tumbuh besar seperti pohon lain di hutan. Tinggi maksimum pohon perdu hanya 3 - 5 meter. Tentu saja pertumbuhannya lebih lambat dibandingkan tanaman besar misalnya jenis ficus, asam Jawa , atau serut. Jadi secepat-cepatnya pertumbuhan kingkit jangan harap melampaui cepatnya pertumbuhan asam Jawa, serut bahkan jenis ficus.

Okeh langsung saja ke tipsnya.. he e
1. Gunakan media tanamnya yg gembur dan poros sehingga memudahkan akar kingkit untuk menjalar. Biasanya gunakan sekam agar media tidak padat bisa juga ditambahkan arang sekam.

2. Berikan pupuk yang cukup untuk pertumbuhan kingkit. Biasakan pakai pupuk alami misalnya pupuk kandang (kotoran kambing/ sapi yang sudah lapuk). Sebab jika terlalu sering/banyak memakai pupuk kimia tanah menjadi asam dan membuat pertumbuhan jadi terhambat bahkan pohon bisa mati.

3. Untuk bahan dari biji, Setelah tumbuh 10 sd 15 cm pindahan pada pot/polybag yang agak besar misalnya diameter 30cm. Jangan telat menyiram dan jangan terlalu sering dipindah-pindah tempat nya. Letakan di tanah yang terbuka/ terkena sinar matahari dari pagi hingga siang atau sore. Biarkan akar menjalar  hingga menembus pot.

4. Jangan dulu dikawat. Pengawatan akan sangat menghambat pertumbuhan kingkit. Biarkan liar saja. Untuk mengarahkan cabang bisa menggunakan tali dan diikatkan ke bawah atau bisa menggunakan pemberat.

5. Jangan dipruning/ dicukur. Potong saja ranting yang tidak diperlukan untuk menentukan arah pertumbuhan tanaman.

6. Jangan biarkan berbuah. Pada saat berbunga dan berbuah, pertumbuhan kingkit akan terhenti. Kingkit tidak mengeluarkan daun baru karena fokus nutrisinya​ dialirkan ke bunga/buah

7. Untuk bahan dongkelan, pemotongan akar jangan sampai pecah agar akar tidak membusuk dan mudah tumbuh akar baru. Untuk pembesaran cabang bisa lakukan langkah-langkah seperti di atas. Biarkan tnpa dikawati dan tunggu hingga ukuran cabang sesuai dengan yg diharapkan.
Silakan berkomentar bila ada tips lain dari rekan-rekan penghobi Bonsai.

Selamat mencoba.
Mudah-mudahan bisa sabar ya... Heee

Gaya Bonsai dan pemilihan potnya


Cara menanam jeruk kingkit (thrifasia trifolia)

Cara mudah semai biji kingkit
1. Keluarkan biji kingkit dari buahnya
2. Cuci bersih lendir yang menempel
3. Keringkan (tidak dijemur)
4. Semai pada media (sekam + tanah biasa)
5. Siram Dengan cara disemprot embun.

Biji akan menjadi kecambah dalam 2-3 Minggu


Macam-macam Aliran Bonsai

Berdasarkan gaya dasar dan gaya kombinasi dalam seni bonsai, maka
berkembanglah beberapa aliran baru dalam bonsai. Adapun aliran tersebut adalah :

• Aliran naturalis
Aliran yang menekankan bentuk alami, di mana tanaman, masih terlihat
bentuk wajar seperti tanaman tua pada umumnya di alam.

• Aliran impresionis
Aliran yang menekankan bentuk bonsai keseluruhan secara sepontanitas.

• Aliran ekspresionis
Aliran yang menekankan bentuk penjiwaan yang mempunyai maksud dan
arti tertentu bagi yang melihatnya. Seolah-olah bonsai yang ditampilkan menyampaikan pesan tersembunyi.

• Aliaran surealis
Aliran ini menekankan bentuk yang dapat dikategorikan tidak wajar lagi.
Penamilan bonsai ini tergolong kontenporer dan dapat menimbulkan
imajinasi tertentu bagi yang melihatnya.
Meskipun aliran-aliran diatas terdapat dalam seni bonsai, tetapi bonsai
tidak boleh lepas dari prinsip-prinsip dasarnya. Unsur keindahan dan kesan alami tetap diutamakan. Sehingga perkembangan aliaran akan tetap sejalan dengan seni
bonsai.

Gambar diambil dari google

Teknik memahat / ukir bonsai

Berikut ini bentuk-bentuk dalam pemahatan bonsai berguna untuk mendapatkan
kesan tua, yaitu :


a. jin
Jin berarti ujung batang atau cabang yang telah mati. Membuat jin berarti
memnjadikan ujung batang atau cabang tidak memiliki kemampuan
tumbuh lagi, hinngga tampak seperti batang atau cabang yang rusak karna
bencana alam seperti patah terkena  timbunan salju, tersambar petir dan lainnya Pembuatan jin dimanfaatkan untuk membuat bonsai yang
tinggi menjadi pendek, tampak tua.

b. Shari miki
Secara harfiah shari miki berarti batang atau cabang atau akar yang berada
di atas tanah yang dimatikan sebagian dengan cara dikupas kulitnya.
Pengupasan ini bertujuan menampilkan sosok tanaman yang tampak tua
dan alami. Shari miki dapat dikombinasikan dengan jin.
c. Uro
Uro adalah lubang atau celah yang melebar atau memanjang pada batang.
Pelebaran lubang ini adakalanya hanya menyisakan lapisan kambiumnya

d. Shaba miki
Shaba miki artinya celah atau lubang memanjang yang terdapat pada
bonsai. Kesan yang di peroleh seolah-olah pohon terkena petir atau pohon
tua yang batangnya rusak, terbelah, dan berlubang karna termakan usia. Sepintas
shaba miki hampir sama dengan uro. Namun yang membedankan adalah
kulit batang tidak dikupas namun hanya dibuat lubang saja.

Berikut ini foto panduan membuat uro dari Mr. Graham Potter

Tips Memilih Bahan Bonsai dongkelan / galian

Bagaimana tips memilih bahan dongkelan santigi?
Banyak yang mengatakan Santigi dongkelan gampang mati dan stres sebab belum bisa beradaptasi dengan lingkungan baru setelah didongkel. Bagaimana tips memilihnya jika anda mau membeli bahan Bonsai Santigi dongkelan.

1. Pilihan Santigi yang sudah cukup rimbun, minimal panjang ranting yang baru trubus 15/20 cm karena rimbunnya daun menandakan banyaknya akar. Jika baru tumbuh tunas 1-5 cm biasanya mudah mati jika dipindah tempat sebab akar blm kuat terkena guncangan, apalagi diganti pot nya.

2. Pilihlah Santigi yang sudah banyak keluar daun dari ketiak daun. Atau banyak percabangannya. Selain ini merupakan indikasi akar sudah banyak juga memudahkan anda membentuk pohon tersebut karena banyak pilihan untuk dikawati.

3. pastikan ditanam di pot atau di wadah yang tidak mudah goyang terkena guncangan. Jika ditanam di karung pastikan tali karungnya kencang dan terikat kuat. Sebab setelah dongkel biasanya akar masih serabut dan mudah rontok jika terguncang atau wadah yang digunakan kendor. Usahakanlah dikirim beserta pot karena akar santigi mudah kering dan stres.

4. Jika anda membeli secara daring / online Pastikan pengiriman tidak lebih dari seminggu. Jika lebih mintalah kepada penjual untuk menambahkan media tanam yang mampu menyimpan air cukup lama misalnya cocopeat/Moss.

5. Ketika menanam / mengganti pot bahan dongkelan, usakan akar tidak banyak yang putus.gunakan juga media yang baik dan poros.

Selamat mencoba, bahan dongkelan pun bisa bagus dan sehat.

Maaf bukan menganjurkan beli bahan dongkelan, tentu budidaya jauh lebih baik. Ini hanya berbagi pengalaman. Sebab selama ini banyak yang frustasi karena bahan Santiginya mati karena salah penanganan.

Senin, 23 Mei 2016

Beberapa Jenis Tanaman yang Bisa Dibonsai

Berikut ini beberapa tanaman yang bisa dijadikan bonsai. Berikut ini saya sertakan gambarnya. barangkali anda pernah melihat namun belum tahu namanya. untuk nama, terkadang di setiap daerah berbeda.
kembang sepatu micro

santigi/ pemphis acidula

santigi

jeruk kingkit

Sianci

Kimeng/ beringin taiwan

Beringin/ ficus benjamina

Serut

Kiperak/ silver berry

murbay

Bougenvil singapore

Sakura

anting putri


Membuat Bonsai Roots Over Rock/ Akar di atas batu

Halo sahabat bonsai. Kali ini saya akan membagikan tips membuat bonsai root over rock style atau akar menjepit batu. Oleh karena saya tidak punya dokumentasi foto bonsai root over rock style milik sendiri (maklumlah dahulu saya tidak punya ponsel) maka saya copy foto milik kawan PPBI yakni, Cucu Syam, dari grup Facebook Indonesian Bonsai Society. berikut ini Pemaparannya, Semoga bisa membantu kawan-kawan pemula seperti saya.




Pertama, pilihlah bahan bonsai yang akarnya cukup panjang. kemudian, rapikan akarnya. setelah itu rapikan bagian bawah akar agar bisa melekat sempurna di atas batu.

ini contohnya setelah dirapikan bagian bawahnya. bisa saja kita gunakan bahan cangkokan yang sudah kuat dan panjang akarnya

kedua, pilihlah batu yang akan digunakan. pilih sesuai liuk batang bonsai agar serasi. kemudian tata akar, buat aliran akar senatural mungkin, seolah-olah akar merambat di atas batu sejak pohon tersebut masih kecil.



Ketiga, Ikat bahan bonsai agar tidak berubah posisi. di sini kawan kita menggunakan tali karet agar lebih merekat dan tidak mudah goyah. 

Keempat, bungkus batu dengan pelastik bening. tujuannya agar akar kelak merekat sempurna pada batu serta akar mudah merambat karena lembab. selain itu akar juga terlindungi.

Kelima, tanamlah bahan bonsai di pot yang agak besar dengan media yang subur. tanam bagian bawahnya saja seperti pada gambar. 

terakhir, Pruning daun, sisakan sedikit agar tetap menarik unsur hara melalui akar.  sisakan satu daun di setiap ujung ranting. tinggal tunggu satu atau dua tahun, akar akan merekat ke batu dengan sempurna. selamat mencoba!


Minggu, 17 April 2016

Belajar Bonsai Santigi

untuk pemula
Santigi (pemphis acidula) merupakan tanaman tropis yang tumbuh subur di daerah pantai. Tanaman ini menjadi populer dan digemari oleh pebonsai karena memiliki karakter ideal untuk dibuat bonsai. daunnya yang kecil dan rapat membuatnya sangat indah dan eksotis. kararter batang yang terligat tua serta kayu matinya juga memberikan kesan anggun pada bonsai.

Akan tetapi, dibalik semua keindahannya banyak pebonsai yang dibuat frustasi oleh tanaman yang satu ini. Banyak yang mengatakan bahwa perawatanya sulit dan mahal. Banyak bonsai santigi yang mati ketika dalam masa training membuat pebonsai (terutama pemula) enggan mencoba santigi. mereka pada umumnya takut bonsainya mati karena harga santingi sangat tinggi. Santigi cenderung lebih mahal dibanding bonsai lain karena sudah mulai langka dan sulit membudidayakannya karena pertumbuhannya yang lambat.

Nah, bagaimana cara merawat santigi agar tidak mudah mati?
Pertama, kita harus pahami terlebih dahulu bahwa santigi merupakan tanaman perdu yang habitatnya di pantai. Santigi membutuhkan cahaya matahari yang cukup. Bisa dikatakan "neng santi" ini harus terkena sinar matahari sejak pagi hingga sore. Kalau kurang tersinari matahari, tanaman ini akan cenderung pucat dan daunnya melebar. Kita juga harus pahami bahwa santigi yang sehat berdaun cerah, tidak berbulu halus, daun tidak kusam, beberapa jenis Santigi pucuk rantingnya merah. kalau pucat, berarti santigi anda kurang sehat.

Kedua, santigi membutuhkan media yang poros air, tidak boleh menggenang. Untuk yang baru pertama kali mencoba saya sarankan gunakan media pasir malang + kotoran kambing + sekam/ arang sekam. Perbandingan 4 :1:1. Bahan yang baru didongkel atau diangkat dari tanah sebaiknya langsung ditanam dengan media tadi. Kemudian, siram sampai air keluar dari bawah pot. Teduhkan.

Bagi yang punya bahan santigi yang sudah berdaun namun terlihat kurang sehat, saran saya jemur di panas seharian dan siram air laut atau larutan air garam kasar. Semprot juga daunya seminggu dua kali.  

Ketiga, santigi jika dipruning total akan sulit tumbuh tunas ditempat yang diharapkan. Jadi sisakan daun pada pucuk santigi yang dipruning untuk mencegah mati ranting.

Untuk bonsai setengah jadi, komposisi media yang baik menurut para master bonsai adalah:  4 pasir malang, 2 sekam (bukan bakar dan usahakan yang mulai lapuk),  1/2 kotoran kambing kering. 

sementara itu saja yang dapat saya bagikan, kalau ada pertanyaan bisa komentar di bawah atau kirim pertanyaan di fun page/ halaman  facebook  PPBI Serang/ Bonsai Serang

Sabtu, 19 Maret 2016

Bonsai Hokiantea Lokal/ Sidogurih

Sidogurih/ Hokiantea lokal ini saya ambil pada akhir tahun 2013. Oleh karena bentuknya menarik, saya putuskan untuk tidak memangkas cabang-cabang. Kemudian saya tanam di bekas ember

Setelah beberapa minggu, tunas mulai bermunculan menandakan bahwa bahan bonsai ini sehat dan tumbuh subur

beberapa bulan kemudian, dahan yang tumbuh di semua cabang dipilih dan dibuang yang tidak perlu. kemudian dikawati untuk membuat pola awal

Setahun kemudian, untuk sementara inilah pola awal yang sudah terbentuk. selanjutnya tinggal menunggu ukuran dahan proporsional dengan ukuran cabang. kemudian siap menumbuhkan ranting  

Rabu, 08 Juli 2015

pohon sancang

Sancang merupakan tanaman yang hidup di daerah yang “basah”/ banyak air. Tanaman ini biasanya tumbuh di daerah irigasi persawahan. Tanaman ini harus tersinari matahari penuh atau minimal dari pagi sampai siang atau kira-kira 7-8 jam.  Lebih bagus lagi jika tersinari matahari dari pagi sampai sore seperti di habitat aslinya.
Pohon sancang sangat bagus untuk dibonsai karena tekstur batang yang unik dan perakaran yang baik. Para pebonsai biasanya menggabungkan sancang dengan batu (akar mencengkram batu) atau membentuknya dengan liukan ektreme. Selain itu, daun sancang juga sangat bagus karena bisa sangat kecil dan rapat saat dibonsai. Tidak heran, banyak sekali bonsai ukuran mame/shohin jenis  sancang. Berikut ini foto daun sancang.

Daun sancang bisa sangat kecil, kira-kira seukuran biji bunga matahari. bahkan bisa lebih kecil lagi.


Nomor 1 adalah daun sancang yang liar di habitatnya. Sangat lebar, bahkan bisa lebih lebar dari itu.

Nomor 2 adalah daun sancang yang ditanam di pot. Nomor urut berikutnya adalah daun sancang yang mengecil dengan sendirinya karena sering dipruning (cukur). Bisa sangat kecil hingga nomor 6.


Mengembangbiakan Sancang

sancang sangat mudah untuk dikembangbiakan, misalnya dicangkok dan setek. Mencangkok sancang tidaklah sulit, kurang lebih sama seperti mencangkok tanaman lain pada umumnya, bahkan bisa tumbuh lebih cepat.  untuk setek pun sangat mudah, tinggal sediakan media tanam kokofit, arang sekam, tanah, dan sedikit pasir. aduk media, kemudian pilih pucuk sancang atau batang muda dan tancapkan ke media. taruh di tempat teduh. Dalam seminggu akan keluar tunas.
sangatlah mudah bahkan di musim panas sekalipun.
bisa dicoba.

Rabu, 10 Desember 2014

Menanam Hokiantea


HOKIANTEA (CARMONA MYCROPHILLA) BAGUS UNTUK BONSAI 

HOKIANTEA adalah spesies pohon yang bisa dijadikan bonsai, terutama untuk bonsai kategori shohin/mame dan small. Pohon ini, jika berbuah, menimbulkan kesan fantastis karena buahnya mengalami empat kali tranformasi warna: Putih (bunga), Hijau (buah muda), Kuning (buah setengah matang), dan Merah (buah matang).
Ada dua jenis spesies Hokiantea yang digemari. Pertama, yang berdaun lebar, hanya berbunga dan sulit berbuah. Kedua, yang daunnya kecil dan berbuah lebat (lihat foto).
Di Indonesia, terkadang penggemar bonsai menyebut Hokiantea sebagai Erethia (Carmona Mycrophilla) yang berbuah, ada juga yang menyebutnya Sido Gurih (Carmona Relusa) yang tidak berbuah. Di Indonesia, pohon ini kebanyakan digunakan untuk pagar pekarangan rumah. Di Filipina, para penggemar bonsai di sana menamakan pohon ini Fukien.
Spesies pohon ini sangat gampang di budidaya. Tidak terlalu tergantung pada sinar matahari. Sangat mudah dikembang-biakkan, bisa dengan cara menanam potongan cabang atau rantingnya. Bisa juga melalui teknik menyemai bijinya.
Untuk mendapatkan bentuk akar yang indah sesuai kategori, saya anjurkan, sebaiknya anda menanam Hokiantea dengan cara menyemai bijinya. Persiapan-persiapan yang Anda harus lakukan adalah sebagai berikut:
1. Siapkan biji Hokiantea dari buah yang sudah mongering di pohon, warnanya coklat gelap atau cenderung hitam.
2. Siapkan media penyemaian. Saya anjurkan menggunakan pasir halus dicampur dengan sedikit tanah, bisa juga memakai sekam bakar yang sudah dihancurkan. Atau sejenisnya.
3. Anda bisa menggunakan nampan, bisa pula menggunakan pollybag.
4. Taburkan biji Hokiantea di atasnya, kemudian timbun dengan pasir halus, sekam bakar, dan senejisnya. Ketebalan atau kedalaman timbunan media itu usahakan sekitar dua centimeter.
5. Siram media tanaman dengan air secukupnya.
6. Tempatkan media tanaman di suhu udara yang teduh, untuk menjaga kelembabannya.
7. Biarkan dalam waktu sekitar satu mingggu, biji Hokiantea itu akan terlihat mulai berkecambah.
Cara lain: Anda bisa menyemai biji Hokiantea di atas kapas atau sejenisnya yang dibasahi dengan atonik.



Contoh daun Sidogurih (Carmona Relusa) daunya tipis dan lebih lebar. Jenis ini juga berbuah, tetapi sangat jarang dan hanya pohon yang sudah tua saja yang berbuah.  
Contoh daun Hokiantea lebih banyak dan lebih rimbun . Daunnya pun cenderung lebih bulat
Hokiantea daunnya lebih mengkilat, tebal,  dan tidak berbulu. walaupun sama-sama kasar tetapi daun Sidogurih lebih kasar.

Sidogurih: Tidak seperti Hokiantea (Carmona Mycrophilla), daun Sidogurih lebih bergerigi. Hokiantea hanya punya dua hingga tiga gerigi di ujung daunnya, Sidogurih ada lima hingga enam gerigi di ujungnya.



CARA MENANAM DONGKELAN HOKIANTEA

Berdasarkan pengalaman pribadi, hokiantea cukup mudah tumbuh. Setelah didongkel atau digali dari tanah, bersihkan batangnya dengan cara dicuci. Setelah itu tanam pada media tanah yang poros atau sedikit berpasir. Fungsinya agar akar tidak busuk. Setelah ditanam, siram sampai media basah. Setelah itu, tutup batang dengan plastik bening (sungkup). Selama disungkup tidak perlu disiram dan tempatkan di tempat teduh hingga keluar tunas. Terlalu banyak penyiraman akan membuat akar membusuk. Setelah terubus, harus rajin-rajin menyiram. Jika telah menyiram, maka pada daun akan muncul bintik keputihan dan tanaman sulit tumbuh bahkan mati. Tapi jika akarmya sudah kuat, tanaman akan kuat berasaptasi dengan cuaca.


Senin, 08 Desember 2014

CARA MENANAM SERUT

POHON SERUT (Streblus asper) sekarang lebih dikenal sebagai salah satu favorit pohon bonsai, bentuk batang dan daun yang eksotik menyebabkan pohon serut banyak diburu orang. Selain itu, konon kabarnya pohon Serut ini mempunyai aura dingin yang bermanfaat untuk menangkal santet atau teluh yang mempunyai aura panas. Mengenai hal gaib ini memang secara ilmiah belum ada yang meneliti kebenarannya, tetapi secara supranatural ada orang yang menyakini kebenarannya.


Pohon Serut tumbuh menyemak sampai pohon menengah setinggi 4-10 meter, bentuk daun persegi panjang jika liar di hutan, bulat telur jika di tempat terbuka, seperti tegalan/ wilayah yang terkena panas terik, hingga berbentuk belah ketupat dengan panjang 4-12 cm, permukaan daunnya kasar, tepi daun bergerigi, ujung runcing, pangkal daun meruncing, tulang daun menyirip. Bunga laki-laki pendek dan kuning kehijauan. Bunga female adalah peduncled, biasanya berpasangan, hijau dan hampir penutup buah. Buah berbentuk bulat, dengan panjang 8-10 milimeter, kuning pucat, pericarpnya lembut dan berdaging, sedangkan bijinya bulat telur dengan diameter 5-6 milimeter.
Penyebaran pohon Serut ini dari sekitar India, Sri Lanka dan Asia Selatan sampai ke Asia Tenggara (termasuk Filipina). Di Indonesia saat ini Pohon Serut banyak dijumpai di kabupaten serang dan pandeglang mislanya. Juga bisa kita dapat di tukang tanman dengan harga beragam dari Rp. 50.000,- hingga di atas satu juta rupiah.

pohon serut liar di hutan. tingginya bisa melebihi tiang listrik.


Buah serut

Pohon Serut sangat apik jika dibonsai karena mempunyai perakaran tunjang yang kuat, berwarna coklat keputihan dengan batang berkayu, silindris, banyak cabang tinggi atau rendah, batang retak/bercelah, kulit batang hampir mengelupas, abu-abu. Dengan sistem percabangan yang banyak menjadikan Pohon Serut banyak diminati karena memudahkan untuk membentuk bonsai sesuai dengan selera masing-masing.



Manfaat:
Daun Serut kasar sehingga sering digunakan untuk membersihkan peralatan masak dan sebagai pengganti amplas. Kulit pohon serut yang telah direbus digunakan untuk desinfektan luka, dan juga digunakan secara internal untuk penyakit kulit yang disebut "culebra”, selain itu kulit pohon yang digunakan untuk penawar racun dengan cara dikunyah. Di India rebusan kulit Serut digunakan untuk demam, disentri dan diare. lateks dari serut digunakan untuk mengobati tumit yang sakit dan tangan pecah-pecah dengan dioleskan pada kelenjar pembengkakan. Selain itu Akar serut digunakan untuk menyembuhkan epilepsi dan pembengkakan inflamasi dan diterapkan untuk bisul serta sebagai astringen dan antiseptik.

Sumber : http://flora-faunaindonesia.blogspot.com/2012/05/pohon-serut.html

 
Cara Tanam Pohon Serut (bagi pengalaman)
Serut merupakan tanaman yang cukup mudah tumbuh. Berdasarkan pengalaman, pohon ini sangat mudah trubus jika cuaca di sekitarnya mendukung. Nah, ini juga berdasarkan pengalaman saya sebagai pemula ya. Jadi jika ada yang berbeda mohon saran juga.
Jika anda ingin menanam serut yang anda ambil dari alam liar (dongkelan) usahakan akar tidak pecah atau terkelupas agar tidak mudah busuk ketika ditanam. Kemduian setelah berhasil diangkat dari tanah, cuci bonggol atau batang serut sikat bagian atas/ batang. Akar jangan disikat ya. Tujuannya agar setelah disikat batang akan mudah trubus. Selain itu menghilangkan jamur dan penyakit yang menempel lainnya dan tentunya agar serutnya lebih fresh.
Setelah itu, tanam dengan media tanah biasa atau bisa juga media pasir sungai. Setelah ditanam, siram dengan air hingga media basah/ air keluar dari bawah pot. Kemudian, selungkup atau tutup pohon dengan pelastik bening dan ikat. Pelastik bening yang aga besar mudah didapat di tukang plastik. Atau jika anda punya ruang / tempat pembibitan disimpan saja, asalkan kelembabannya terjaga. Berdasarkan pengalaman saya, dalam seminggu biasanya di batang serut sudah mulai muncul mata tunas. Dalam dua minggu sudah terubus. Setelah keluar banyak tunas, buka selungkup plastik dan jangan langsung disimpan di tempat yang terik/ panas. Simpan saja di tempat teduh terlebih dahulu agar mata tunas kuat. Setelah aga besar, silakan dikawati (wiring). Nah, selamat mencoba!


Serut mudah sekali tumbuh, bahkan akarnya saja bisa jadi tunas. Banyak pebonsai justru memanfaatkan akar serut yang besar untuk ditanam karena mempunyai bentuk yang unik dan meliuk-liuk. Ada pula yang sengaja menanamnya dengan cara membalikan akar. Posisi atas di bawah dan bawah di atas.

Jumat, 05 Desember 2014

Bonsai Ficus Progression


Awal tahun 2014, saya ingin memiliki bonsai beringin (ficus benjamina). Namun, saya tidak punya bahan bibit untuk dibuat bonsai. Suatu hari saya melihat pohon beringin yang menempel di tembok. Beringin kecil seukuran lidi itu saya ambil dan saya tanam.Inilah yang paling menyenangkan dalam membonsai, yaitu melihat proses.

Add caption
Ficus Benjamina ini saya temukan menempel di tembok tempat kerja saya. Kemudian, pada februari 2014 saya ambil dan saya  tanam. Setelah akarnya cukup lebat saya tempatkan di atas batu karang dan akarnya saya ikatkan ke batu. Setelah itu saya tempatkan di pot dan diberi pemnutup dari karpet karet. hal ini saya lakukan agar akar tumbuh dan melilit batu. seperti di atas. 

Bulan April 2014, akar sudah mencengkram ke batu, hanya saja masih kecil dan belum terlihat kokoh. saya buka karpet penutup batu agar akar terlihat dan akar menjadi besar karena proses alam.

Bulan April 2014, akar mulai terlihat dan tanah terkikis dengan sendirinya. sementara itu, dahan dan ranting sudah mulai terbentuk dan saya mencoba mengawatinya (wiring).



Desember 2014, akar sudah mencengkram batu karang. tapi percabangan masih berantakan. saya masih hutuh waktu untuk mendapatkan cabang dan ranting yang baik. Tapi selama setahun ini, saya cukup puas karena saya sudah mencoba membuat bonsai dari pohon yang hanya seukuran lidi dan menempel di tembok. kini menjadi bonsai di atas batu.